0321 863151
info@mtsn2jombang.com
Jl. Rejoso Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang Jawa Timur
blog-img
2021-09-14 10:42:21

Mimpi dan Angan-Angan Luna Oleh: Miftachur Rozak*

Alfian | Pendidikan | 2021-09-14 10:42:21

Cerita Anak

Sebelum matahari lebih tinggi dari pohon waru, Luna mengangankan dirinya sedang berlari-lari di pinggiran sungai. Iantas, ia tersenyum sendiri, ketika sesosok peri yang menaiki daun jati mengambang di permukaan air sungai.  Kemudian,  kupu-kupu kecil dengan warna menyala-nyala  mengitari bandananya,  yang terbuat dari bunga melati.  Angsa-angsa berwarna kapas berderet mengikuti laju peri dan daun jati.

Perempuan kecil itu masih tersenyum sendiri,  di sela tirai jendela kamarnya yang setengah terbuka. Kemudian,  ia lekas-lekas menutup penuh tirai tersebut, sembari meletakkan kedua telapak tangannya; tepat di dadanya. Ia merasakan debar jantungnya, kemudian ia memejamkan matanya, menghirup napas dalam-dalam, dan perlahan melepasnya sembari tersenyum bahagia.

Tak lama kemudian,  suara yang saban pagi ia dengar, kini melengking dari ujung dapur,  "Luna...,  waktunya mandi nak, matahari hampir tinggi."

Sementara ia masih menikmati debar jantungnya,  dengan terus memegang dadanya sembari berjalan menuju dapur,  tempat suara yang memanggilnya.

"Iya mama, "  ia membalas panggilan yang melengking itu.

Sesampainya di dapur,  Luna memeluk mamanya dari belakang,  melingkarkan kedua tangan pada perut mamanya.

"Ma,  apakah Ibu Peri itu benar-benar ada? ataukah hanya dongeng belaka?"tanya Luna sambil mengeratkan pelukannya.

Perlahan Mama Luna melepaskan tangan Luna yang melingkar di perutnya,  kemudian membalikkan badan dan menyentuh kedua pipi Luna dengan kedua tangannya,  membelai lembut kedua pipi Luna.

"Memanngya Luna mau apa,  jika bertemu dengan Ibu Peri?" tanya Mama sambil terus mengelus pipi Luna.

"Aku akan meminta Ibu Peri merubah tubuh gendutku menjadi kurus,  dan aku juga memintanya merubah wajahku yang hitam ini menjadi lebih putih, agar teman-teman sekolahku tidak mengejekku lagi. "

"Hem... ada-ada saja Luna ini, sudah,  mandi sana."

Lunapun bergegas mandi, lalu sarapan pagi bersama Mama dan Papanya.  Kemudian Ia berangkat ke sekolah yang tak jauh dari rumahnya.

***

"Luna gendut..,  Luna gendut..," salah satu temannya yang selalu usil dan sering mengejek berteriak-teriak ketika Luna tiba di sekolahnya. Namun Luna tidak menghiraukannya, karena sudah terlalu sering teman-temannya mengejeknya.  Ia hanya menyimpan penderitaan itu dalam hatinya. Dan terkadang Ia hanya bisa menangis jika sudah sampai rumah.

***

Setelah seharian sekolah,  Luna menghabiskan waktu bermainnya di  rumah, atau di sungai dekat rumahnya. Ia suka bermain pasir di pinggiran sungai,  menyusun batu sungai,  atau sekedar basah-basahan.  Tiba Sore hari,  Luna mengaji dan belajar sampai menjelang tidur.

Ia sering mengangankan Ibu Peri datang dalam hidupnya. Hingga malam itupun ia memimpikannya.  Mimpi bertemu Ibu peri.  Ia segera memeluknya, kemudian menceritakan segala keluh kesahnya. Termasuk tentang keinginannya menjadi kurus dan wajahnya ingin lebih putih.

Dalam mimpi itu,  ia merasakan seperti di dunia nyata.  Bahkan Ia sangat ingat pesan-pesan Ibu Peri tersebut,

"Luna,  Jika Luna ingin segera kurus,  maka Luna harus rajin olah raga,  puasa Senin Kamis,  dan sering bantu orang tua.  Dan satu lagi,  Luna tidak boleh keseringan makan coklat ya nak. Nah,  kalau Luna ingin wajahnya putih bersinar,  maka Luna harus perbanyak wudhu."

Pesan-pesan Ibu Peri dalam mimpi Luna itu langsung diceritakan pada Mamanya ketika bangun tidur. Mama Lunapun langsung tersenyum dan berkata, "Memang benar apa yang dikatakan Ibu Perimu itu Luna,  kamu harus melakukannya."

"Iya Mama,  aku berjanji akan melakukan semua pesan-pesan Ibu Peri," Tukas Luna sambil melipat selimut.”

***

Setelah Mimpi bertemu dengan Ibu Peri,  Lunapun banyak perubahan dalam kebiasaan hidupnya.  Ia sudah jarang makan coklat, semakin sering olahraga,  selalu puasa Senin Kamis, dan sering berwudhu. Alhasil,  tubuh Luna semakin ideal, wajahnyapun tampak bersinar dan semakin manis. Kini iya hidup bahagia dan selalu bersyukur atas semua karunia yang diberikan Allah swt.

 

 

MIFTACHUR ROZAK

Tinggal dan lahir di Jombang, 03 Februari 1988. Ia alumnus PBSI STKIP PGRI Jombang tahun 2011, kini mengabdi di MTsN 2 Rejoso Jombang, dan pegiat literasi di Perpus Mastrip Jombang. Karya-karyanya tersiar di Media cetak maupun daring, seperti: UB Sabah Malaysia , Harian Rakyat Sultra, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi , Harian Merapi, Riau Pos, Bangka Pos, Harian Bhirawa, Tanjungpinang Pos, Hari Puisi Radar Cirebon,  Radar Tasikmalaya, Medan Pos, Fajar Maksar, Post Bali,  Dinamika News Lampung, BMR FOX Sumatra Barat, Radar Malang, Radar Mojokerto, Radar Jombang, Magrib.id, dll. Puisinya “Tatkala Rindu Mulai Terbenam” Masuk dalam Antologi Jazirah 5 FSIGB 2020.

 

Bisa dijumpai di fb: Miftachur Rozak atau IG: @arrozak_88

 

Bagikan Ke: